Hampir Setahun Adi Jadi Polisi Gadungan, Aksinya Hanya Untuk Pemuas Nafsu Saja

Hampir Setahun Adi Jadi Polisi Gadungan, Aksinya Hanya Untuk Pemuas Nafsu Saja

SURYA.co.id | BATU – Adi Haristanto (44) warga Jakarta Timur, tertunduk malu begitu keluar dari sel tahanan, Polres Kota Batu, Kamis (26/7/2018).

Ia mengenakan seragam polisi lengkap, mulai dari baju, celana, hingga emblem dan pangkat yang menempel dipundaknya yang berpangkat Kompol. Di dadanya juga tertulis nama Adi H. Bahkan sepatu yang ia gunakan lebih bagus dan mengkilat. Namun, kedua tangannya diborgol.

Ya dia adalah lelaki yang mengaku polisi gadungan di Kota Batu. Adi sudah setahun mengaku sebagai polisi dan mengatasnamakan instansi Polri di Jakarta sebagai anggota Satgas Mabes Polri, sebagai Ketua Tim 1 Saber Pungli.

Aksinya harus terhenti karena ketahuan saat ia berpura-pura menangani kasus di Kota Batu. Waka Polres Batu Kompol Nurmala menceritakan pelaku ini berpura-pura menangani masalah kasus penipuan. Di mana, korban atas nama PR ini sedang menjalani pemeriksaan juga di Polres Batu.

“Korbannya ini juga merupakan kasus yang sedang ditangani di Polres Batu. Karena korban ingin masalahnya cepat selesai, ia dikenalkan oleh temannya dengan si pelaku ini,” kata Nurmala saat rilis di Polres Batu, Kamis (27/7/2018).

Namun, korban merasa curiga karena ia dimintai sejumlah uang untuk biaya operasional. Uang yang diminta sejumlah Rp 2,1 juta. Akhirnya korban melapor ke Polres Batu.

Saat rilis berlangsung, Adi terlihat senyum-senyum saat berjejer dengan Waka Polres Batu, karena pangkatnya sama. Seolah tidak ada rasa bersalah sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh Adi karena menyamar menjadi polisi.

“Pelaku ini berjanji akan menangkap pelaku yang dilaporkan oleh si korban. Korban ini merasa curiga, tak kunjung ada perkembangan, dan akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Batu,” imbuhnya.

[popper_pro content=”401″][/popper_pro]

Pelaku berhasil ditangkap pihak kepolisian pada 24 Juli. Dari kejadian ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar mengetahui betul perbedaan mana polisi sungguhan dan polisi gadungan. Mulai dari emblem, pin, dan status kepangkatan yang ditaruh di bagian pundak.

Pelaku mengaku kalau dia mendapatkan semua atribut itu di Jakarta.

“Dapat di Jakarta. Ya beli di sana (Jakarta). Sudah hampir setahun (jadi polisi gadungan),” kata dia lugas saat ditanya rekan wartawan.

Kasatreskrim Polres Batu, Anton Widodo menambahkan pelaku ini merupakan residivis kasus narkoba di Jakarta Timur. Dan untuk memenuhi nafsunya mengonsumsi narkoba, ia menjalani profesi sebagai polisi gadungan.

“Korbannya bahkan ada yang dari Medan. Masih kami data semua korbannya, yang melapor ke kami baru dua orang,” imbuh Anton.

Leave a Reply