5 Kisah Mirip Tarzan di Dunia Nyata, Diasuh Monyet hingga Serigala

VIVA – Tarzan menjadi salah satu film yang populer di dunia. Film itu menceritakan seorang anak yang tinggal di hutan dan dibesarkan oleh sekelompok binatang.

Ternyata kisah itu tak hanya terjadi di film, tapi juga ada di dunia nyata. Beberapa anak di dunia ini pernah mengalami kejadian yang membuatnya terpaksa dibesarkan oleh binatang, seperti anjing, burung, serigala hingga monyet. Berikut ini kisah mirip Tarzan di kehidupan nyata, seperti dilansir dari Wonderlist.

1.Oxana Malaya

Pada tahun 1991, seorang gadis bernama Oxana Malaya ditemukan tinggal di sebuah kandang anjing. Dia berusia delapan tahun ketika ditemukan oleh tim penyelamat.

Oxana berusia tiga tahun ketika hilang. Dan dia tinggal di kandang anjing selama lima tahun. Setelah bertahun-tahun tidak berada di dekat manusia, dia menyesuaikan tingkahnya dengan tingkah anjing. Oxana berjalan dengan merangkak, makan daging mentah, menggeram, mengendus, menggonggong dan menggertakan giginya ketika didekati.

instagram

Saat ditemukan, perlu waktu cukup lama untuk membuatnya menjadi manusia kembali. Dia harus belajar bagaimana berbicara dan berjalan tegak di atas kakinya. Dia pun bekerja di sebuah rumah sakit hewan.

2. Marina Chapman

Marina Chapman yang tinggal di Kolombia baru berusia lima tahun ketika dia diculik dan ditinggalkan di hutan. Di hutan itu, Marina tinggal bersama sekelompok monyet Capuchin. Selama lima tahun, dia mengikuti jejak dan meniru perilaku makan, minum, bersosialisasi dan berkomunikasi monyet tersebut.

instagram

Marina juga belajar berpindah dari satu pohon ke pohon lain dan menghindari pemangsa untuk bertahan hidup. Namun akhirnya, dia ditemukan oleh beberapa pemburu tetapi mereka meninggalkannya di rumah bordil. Meski begitu, dia berhasil melarikan diri dan sekarang Marina menjadi seorang ibu dari dua anak perempuan yang tinggal di Inggris.

3. Rochom P’ngieng

Rochom ditemukan di hutan lebat di daerah timur laut Kamboja ketika seorang penduduk desa menyadari persediaan makanannya hilang. Pada Januari 2007, dia dibawa ke sebuah desa dan ayahnya yakin bahwa dia adalah anaknya yang hilang saat berusia delapan tahun.

 Rochom Pngieng

Rochom memiliki kelakukan seperti monyet. Dia hampir tidak bisa berbicara atau berkomunikasi. Keluarganya berjuang untuk mengembalikan hidupnya, namun Rochom justru tidak tahan dan mencoba melarikan diri ke hutan beberapa kali. Pada Mei 2010, dia berhasil melarikan diri ke hutan dan tak pernah kembali.

4. Vanya Yudin
[popper_pro content=”406″][/popper_pro]
Pada usia delapan tahun, Vanya Yudin ditemukan di sebuah kamar apartemen kecil di Rusia yang berfungsi sebagai kandang dengan banyak burung. Vanya diperlakukan oleh ibunya seperti binatang, sehingga dia pun belajar meniru kicauan burung.

Vanya Yudin

Karena tidak pernah berkomunikasi dengan manusia, dia tidak bisa berbicara ketika pihak berwenang menemukannya. Meskipun begitu, Vanya tidak pernah dibiarkan kelaparan oleh ibunya. Namun petugas pelayanan sosial membawanya, lalu mengirimnya untuk direhabilitasi. Hak asuh ibunya pun dicabut pada tahun 2008 dan Vanya ditempatkan di unit perawatan psikologis untuk menjalani pemulihan.

5. Lyokha

Pada tahun 2007, ditemukan seorang anak laki-laki di wilayah Kaluga, Rusia Tengah. Polisi menyelamatkannya dalam kondisi tidak bisa berbicara, malah Lyokha berusaha menggigit polisi yang menyelamatkannya.
[popper_pro content=”401″][/popper_pro]
Mereka membawanya ke rumah sakit dekat Moskow. Bocah itu memiliki cakar pada jari tangan dan kakinya serta memiliki sifat menyerupai serigala. Staf rumah sakit memandikannya, memotong kukunya dan mengambil sampel darah, lalu menamainya Lyokha. Sayangnya,’bocah serigala’ itu merasa tidak nyaman dengan perhatian yang diberikan. Dia pun melarikan diri dari rumah sakit dalam waktu 24 jam.

Lyokha

Leave a Reply